Isnin, 27 September 2010

Bila Tuan Guru kami berbicara!


Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily berkata tentang zikir:

Dzikir itu ada empat :

1) Dzikir, di mana engkau mengingat dzikir;

2) Dzikir engkau diingatkan melalui dzikir;

3) Dzikir yang mengingatkan dirimu; dan

4) Dzikir yang engkau sendiri yang diingat oleh Allah swt (Dzikir bersama Allah swt).

Yang pertama adalah dzikirnya kalangan awam, yaitu dzikir untuk mengingatkan kealpaan atau mengingatkan dari kekawatiran akan kealpaan.
Kedua, adalah dzikir, dimana engkau diingatkan, baik berupa siksa, nikmat, taqarrub ataupun jauh dari Allah, dan sebagainya, ataupun karena Allah swt.

Ketiga, dzikir yang mengingatkan dirimu, pada empat obyek, bahwa :
Seluruh kebaikan datangnya dari Allah;

1. Seluruh kejahatan datangnya dari nafsu;

2. Dan keburukan datangnya dari musuh, walaupun Allah swt. yang menciptakannya; dan

3. Dzikir yang engkau sendiri yang diingat (Allah). Yaitu dzikirnya Allah kepada hamba-Nya. Pada tahap ini hamba tidak memiliki kaitan dirinya atau lainnya, walaupun itu meluncur melalui ucapannya. Inilah posisi fana’ dalam dzikir, tidak membutuhkan dzikir atau yang diingat (Yang Didzikiri) Allah Yang Maha Tinggi dan Luhur. Apabila engkau masuk di dalamnya, maka dzikir menjadi yang diingat (madzkur), dan yang diingat (madzkur) menjadi yang mengingat (Dzakir). Inilah puncak dalam suluk. (Dan Allah Maha baik dan Maha Abadi).

Seharusnya engkau melakukan dzikir yang bisa aman dari siksa Allah di dunia dan di akhirat, di samping dzikir itu dalam rangka meraih Ridlo Allah Ta’ala di dunia dan di akhirat, pegang teguhlah, dan langgenggkanlah. Yaitu engkau berdzikir dengan :

“Segala puji bagi Allah, aku mohon ampun kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah. Alhamdulillah, karena adanya nikmat dan kebajikan dari Allah. Astaghfirullah, karena adanya faktor yang datang dari nafsu dan dari musuh, walaupun sebenarnya datang dari Allah baik karena ciptaan maupun kehendakNya. Dan “Lahaula wala Quwwata illa Billah,” karena datangnya berbagai peristiwa perintang yang datang kepadamu dari Allah, dan apa yang muncul padamu sesungguhnya dari Allah swt.”

Camkanlah, karena rahasia batin itu jarang terjadi dalam dzikir, atau dalam fikir, atau ketika diam dan hening kecuali pada salah satu empat hal tersebut: Jika terjadi kebajikan atau keburukan. ucapkanlah : Alhamdulillah atau Astaghfirullah.

Namun apabila datang sesuatu dari Allah kepadamu atau dari dirimu, yang tidak jelas kebaikan atau keburukan di sana, sementara Anda tidak mampu menolak atau menarik, maka ucapkanlah :

Laa Haulla walaa Quwwata Illa Billaah

Lalu gabungkanlah ketiga dzikir tersebut pada setiap saat, dan langgengkan, Anda akan menemukan barakah, Insya Allah Ta’ala.

Ketuklah pintu dzikir dengan hasrat dan sikap sangat membutuhkan kepada Allah melalui sikap disiplin ketat yang manjauhkan diri dari bayangan dan imajinasi yang beragam jenis, disamping menjaga rahasia batin (sirr) agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas, apabila Anda ingin memiliki kekayaan ruhani.

Di sana ada tida dimensi: Tuntaskan lisanmu untuk dzikir, hatimu untuk tafakkur, dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. Dengan demikian Anda bisa tergolong orang-orang shaleh.

Manakala dzikir terasa berat di lisanmu, dan obrolan lebih banyak di sana, sedangkan nafsu kesenangan membentangkan tubuhmu, sedangkan pintu kontemplasi tertutup dalam upaya kebajikanmu : maka ketahuilah, semata itu karena besarnya dosa-dosamu, atau karena penuhnya kemunafikan dalam hatimu.

Tak ada jalan lain bagimu kecuali taubat, memperbaiki diri dan bergantung kepada Allah swt, serta ikhlas dalam beragama. Apakah Anda tidak mendengar firman-Nya :
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, berbuat kesalehan dan menggantungkan diri kepada Allah, serta berbuat ikhlas dalam menjalankan agama Allah. Maka mereka itu bersama orang-orang mu’min.(Q.s......)”

Di sini Allah tidak berfirman “termasuk orang-orang mu’min” Karena itu renungkan, apabila Anda faham. Wallahu A’lam.

Qutb kami berkata lagi :

1. Pengelihatan akan yang Haqq telah mewujud atasku, dan takkan meninggalkan aku, dan lebih kuat dari apa yang dapat dipikul, sehingga aku memohon kepada Tuhan agar memasang sebuah tirai antara aku dan Dia. Kemudian sebuah suara memanggilku, katanya " Jika kau memohon kepada-Nya yang tahu bagaimana memohon kepada-Nya, maka Dia tidak akan memasang tirai antara kau dan Dia. Namun memohonlah kepada-Nya untuk membuatmu kuat memiliki-Nya."Maka akupun memohon kekuatan dari Dia pun membuatku kuat, segala puji bagi Tuhan!

2. Aku pesan oleh guruku (Abdus Salam ibn Masyisy ra): "Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkn keridhoan Allah, dan jangan duduk dimajelis kecuali yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah."

3. Seorang wali tidak akan sampai kepada Allah selama ia masih ada syahwat atau usaha ihtiar sendiri.

4. Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat kebutuhanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk bermunajat kepada Allah yang memeliharamu dari-Nya.

5. Seorang arif adalah orang yang megetahui rahasia-rahasia karunia Allah di dalam berbagai macam bala' yang menimpanya sehari-hari, dan mengakui kesalahan-kesalahannya didalam lingkungan belas kasih Allah kepadanya.

6. Sedikit amal dengan mengakui karunia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasa kurang beramal.

7. Andaikan Allah membuka nur (cahaya) seorang mu'min yang berbuat dosa, niscaya ini akan memenuhi antara langit dan bumi, maka bagaimanakah kiranya menjelaskan : "Andaikan Allah membuka hakikat kewalian seorang wali, niscaya ia akan disembah, sebab ia telah mengenangkan sifat-sifat Allah SWT.

1 ulasan:

  1. Berikut ialah beberapa kajian dan bahan bukti yang akan memberi kita faham dengan jelas tentang gerakan senyap Kaum Muda dan Wahabbi Salafi yang sedang mengancam aqidah umat islam di negara ini.

    SILA KLIK http://www.docstoc.com
    UNTUK CARIAN TAJUK-TAJUK BERIKUT
    • Bangsa Melayu Mengikut Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah
    • Tok Ayah Zid Kedai Lalat
    • Kuasa Tiang Kepada Cita-Cita
    • 40 Mutiara Hikmat Serambi Mekah
    • Jaringan Wahabbi Sdn Bhd
    • Jom Kenali Dr Maza & Co
    • Ahlul Bait Yang Dicerca

    SILA KLIK http://www.4shared.com
    UNTUK CARIAN TAJUK-TAJUK BERIKUT
    • Rasulullah Budak Kampung
    • Maulid Tandingi Krismas
    • Sifat 20 Tidak Wajib (Nik Aziz)
    • Wahabbi Adalah ASWJ (Hadi Awang – Part 1)
    • Wahabbi Adalah ASWJ (Hadi Awang – Part 2)
    • Asma’ Wa Sifat (Hadi Awang)
    • Sifat 20 – Dr Mohd Asri al-Wahabbi
    • Sifat 20 – Rasul Dahri al-Wahabbi
    • Sifat 20 – Fathul Bari al-Wahabbi

    Taklif pengkaji telah pun selesai, maka terserahlah kepada budi bicara pembaca sekalian untuk menerima ataupun sebaliknya. Bagi mereka yang mendapat hidayah, maka bertindaklah mengikut kadar upaya tangan (kuasa/undi), lidah (dakwah/hebahan) atau hati (doa) bagi mempertahankan aqidah hakiki Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang bersendikan mazhab tauhid Imam Abu Hasan Ali bin Ismail al-Asy'ari ra dan Imam Abu Mansur al-Maturidi ra; mazhab feqah Imam Abu Hanifah ra, Imam Malik bin Anas ra, Imam Muhammad as-Syafie ra atau Imam Ahmad bin Hanbal ra; mazhab tasauf Imam Ghazali qsa dan Imam Junaid al-Baghdadi qsa.


    FAKEH KHALIFAH SAKA

    BalasPadam